Thursday, June 21, 2007
CIANJUR SPECIALITY RICES
Tuh diditu di tutugan Gunung Gede
Nun disana di bawah kaki Gunung Gede
Upluk aplak pasawahan tan wangenan
Terhampar persawahan tanpa batas
Lir Ibarat permadani ngampar hejo
Bagaikan permadani yang terhampar hijau
Dipirig ku angin leutik ting garupay
Dihembus angin melambai-lambai
Silokana elmu pare
Seperti ilmu padi
Tarungkul ngareusi perbawa linuhung
Merunduk berisi pertanda keagungan
Beas bodas Panumbangan
Beras putih Panumbangan
Cianjur kamasyur kamana-mana
Cianjur terkenal kemana-mana
Lagu di atas adalah tembang Cianjuran. Saya sudah mengenal dan hafal lagu itu sejak dari kecil. Kami bangga, kota kami dikenal banyak orang sebagai penghasil beras berkualitas.
Beras Cianjur yang dimaksud lagu itu adalah beras varietas lokal seperti Pandan Wangi, Cingkrik, Hawara Batu, Hawara Jambu, Gobang Omyok (Baok), Rogol, Banggala, Peuteuy, Beureum Seungit.
Sayang sekali, saat ini banyak sekali varitas lokal unggulan yang sudah punah atau hampir punah.
Petani tidak tertarik untuk menanamnya karena umumnya berumur lebih panjang dan produktivitasnya lebih rendah dengan harga hanya sedikit di atas dibandingkan padi hybrida. Secara perhitungan ekonomis jelas kurang menguntungkan.
Kalaupun sekarang yang ada di pasar mungkin hanya pandan wangi tapi itu pun tidak lagi murni melainkan dioplos atau bahkan bukan beras pandan wangi melainkan varietas lain yang disemprot essen pandan.
Sedangkan bila melihat di pasar atau supermarket ada beras Cianjur Kepala, itu pun isinya bukan beras varietas lokal Cianjur melainkan Beras varietas lain yang ditanam di Cianjur - umumnya beras Muncul dari Karawang.
Saat ini di Cianjur hanya ada segelintir petani tua yang tetap mempertahankan menanam varietas lokal Cianjur, itupun untuk konsumsi keluarganya sendiri karena memang dari segi rasa atau wangi jauh di atas beras hybrida. Bahkan di sebagian kalangan petani beranggapan mengkonsumsi padi berumur panjang lebih berkah (mengeyangkan).
Gasol Pertanian Organik berpartisipasi dalam upaya menyelamatkan dan melestarikan varitas lokal unggulan Cianjur.
Dengan mengucap : BISMILLAH, kami memutuskan untuk menjadi petani yang mengkhususkan di CIANJUR SPECIALITY RICES, dengan tetap mempertahankan kearifan untuk menjaga kelestarian alam dengan sistim budidaya ORGANIK.
Semoga Indonesia sebagai negara agraris dengan mayoritas penduduk yang makanan pokoknya beras, dapat memperkenalkan juga ke seluruh dunia produk beras varitas lokal unggulnya seperti misalnya PANDAN WANGI, atau MERAH WANGI, sejajar dengan dengan Thailand yang mempunyai JASMINE RICE atau India yang berbangga dengan BASMATI RICE -nya.
Kami sangat berterima kasih jika ada rekan-rekan yang dapat memberikan masukan supaya misi ini bisa berjalan baik.
Cianjur, Juli 2006
Saturday, May 05, 2007
DELTA TIME OUT

Jalan–jalan akivitas yang banyak disukai beberapa kalangan. Jalan-jalan bisa ke tempat-tempat perbelanjaan, obyek wisata atau ketempat-tempat bersejarah dan lain sebagainya. Tapi kalau jalan-jalan dan makan-makan lain ceritanya. Begitulah Delta Time Out kali ini, Sabtu, 5 Mei 2007 lalu, pendengar 99.1 Delta FM Jakarta bersama Bondan Winarno dan Jalan Sutra, jalan-jalan ke Sukabumi. Tempat yang dikunjungi adalah perkebunan teh milik PTP Nusantara VIII, Kebun Gedeh, dan pertanian organik di Gasol, serta eksplorasi makanan khas Sukabumi.
Kebun Gedeh

Bertolak dari Ratu Plasa rombongan menuju kebun teh di daerah gedeh. Di tengah perkebunan teh ini terdapat pabrik teh hitam Tanawattee. Pabrik teh hitam yang berdiri sejak tahun 1927 dan memiliki semboyan ”Kualitas adalah tradisi kami” ini, mampu memproduksi 50 ton perhari teh hitam.
Pendengar 99.1 Delta FM Jakarta sampai di areal perkebunan teh ini dan mendapat sajian teh, bajigur panas, berbagai rebusan mulai Pisang, jagung, kacang yang rasanya empuk dan kue berisi gula jawa, diberi parutan kelapa di Aula Budaya Kebun – Gedeh, sebelum melihat-lihat ke dalam pabrik teh. Kemudian pemandu mengajak untuk melihat pabrik mulai dari daun-daun teh dari areal perkebunan teh yang masuk ke dalam pabrik hingga pengepakan. Produk teh celup buatan pabrik ini adalah Teh Walini, harganya murah 1 kotak isi 25 kantung hanya Rp.3.500,-.
Gasol - Pertanian Organik

Setelah lelah berkeliling pabrik teh pendengar 99.1 Delta FM Jakarta beristiraht dan santap siang di daerah Gasol - Pertanian Organik. Pertanian yang membudidayakan beras-beras organik. Beberapa varietas lokal unggulan seperti Pandan Wangi, Peuteuy, Beureum Seungit dibudidayakan disini.
Makan siang di sebuah rumah dengan konsep kayu, membawa nuansa alami suasana pedesaan. Di tempat makan ini, sejauh mata memandang kolam ikan, dan areal persawahan terhampar hijau.
Dan tiba saat yang dinanti, makan, perut terasa berdemonstrasi karena belum terisi setelah tenaga banyak digunakan untuk jalan-jalan di Pabrik Teh. Dibuka dengan ucapan selamat datang dari pemilik pertanian Ika Suryanawatidan Bondan Winaryo, sebelum akhirnya setangkai daun pisang dikeluarkan. Untuk apa tangkai daun pisang itu ya? Ternyata daun pisang itu dijadikan piring. Dibagi dalam kelompok terdiri dari 6 orang dengan piring menjadi satu di atas daun pisang itu. Cara makan yang unik, mungkin bisa dibilang cara makan ”ngariung”. Ngariung euy...
Menu yang disajikan terdiri dari nasi liwet pandan wangi, nasi merah beureum seungit, ikan pedak, teri bodas, tempe, tahu kuning, ayam goreng, lalap, sayur asem dan minuman teh tawar. Seluruhnya disajikan dalam keadaan hangat. Nasi liwet yang wanginya mengundang selera, begitu juga nasi merah. Ikan pedak dan teri bodas begitu gurih, dengan tempe dan tahu kuning yang lembut. Ditambah dengan kerenyahan lalap dan segarnya sayur asem. Komposisi masakan yang terasa lezat. Rasa asin, asem, gurih, pedas, memacu indra perasa. Ingin rasanya terus melahap makanan yang disajikan, tapi kapasitas perut sepertinya tak mampu melayani kehendak indra perasa di lidah ini. Cita rasa hidangan siang itu memang begitu luar biasa!

Setelah selesai menyantap hidangan yang disajikan dan merasa tenaga telah kembali terisi, pendengar 99.1 Delta FM Jakarta dan Komunitas Jalan Sutra melihat-lihat lahan pertanian yang tak jauh dari tempat makan. Cukup sulit memperoleh pemandangan sawah yang terhampar hijau di Jakarta. Jadi perjalanan di pematang sawah Gasol itu merupakan pengalaman tersendiri yang berkesan. Penjelasan dari Ika menambah wawasan pendengar 99.1 Delta FM Jakarta tentang varietas unggulan yang ternyata memiliki umur tanam yang lebih lama (6 bulan) dan pupuk yang digunakan pun hanya pupuk organik. Tapi dari segi rasa dan wangi jauh di atas beras hibrida.

Sebagai akhir jalan-jalan dan makan-makan dalam Delta Time Out adalah makan makanan dan belanja oleh-oleh khas Sukabumi, seperti sate kambing Mang Mamat, Warung Ma Uti dengan babat goreng dan masakan sunda, belanja oleh-oleh kue moci, colenak, gongsir, comro, misro, gulali, bandrek/bajigur, dan lain-lain. Hujan yang turun tak menyurutkan semangat peserta Delta Time Out, karena ada beberapa payung dan topi Volvo yang telah dibagikan diawal perjalanan.
Ada hadiah juga dari 99.1 Delta FM Jakarta untuk pendengar, dalam game seru yang di gelar. Pertanyaan yang diajukan oleh Bondan Winarno, memperebutkan hadiah seperti voucher makan gratis, karaoke gratis, pijat bersih sehat. Dan hadiah menarik buku tentang ”Pikiran Kartini” oleh Nina Akbar Tanjung. Serta Hadiah istimewa tiket gratis terbang untuk dua orang Jakarta-Bali, Pulang-Pergi dengan Garuda Indonesia. Dalam kesempatan itu juga, diberikan bingkisan kenang-kenangan kepada Bondan Winarno berupa satu set buku ”Pikiran Kartini” oleh Nina Akbar Tanjung.
Perjalanan memberikan kesan yang mendalam, terasa enggan untuk mengakhirinya, sampai berjumpa dilain kesempatan dalam Delta Time Out.
Monday, February 26, 2007
KUMPUL SUTRA
" Sekali jalan-jalan terus makan-makan !"
Tepat sekali kalau sharing dengan JSers (begitu biasa menyapa sesama rekan di milis JS) mengenai " Dimana tempat untuk mencari varietas lokal Cianjur yang sampai saat ini belum kami temukan ?". Itu alasannya Mengapa saya nulis tentang Beras Cianjur di milis Jalan Sutra.
Wah tak diduga, Kepala Suku Bapak Bondan Winarno tertarik untuk berkunjung dan mengkoordinir untuk Kumpul Sutra di Gasol tanggal 25 Februari 2007, dengan acara Jalan-jalan di Sawah dan Makan Nasi Liwet Beras Pandan Wangi Asli Cianjur.
Acara berlangsung seru :
Jser yang sebagian besar orang kota, saat diajak jalan di pematang sawah terlihat sangat kikuk.
Waktu acara makan siang, duduk lesehan dan daun pisang digelar di tengah sebagai alas makan rame-rame menjadi pengalaman pertama makan dengan cara keroyokan seperti itu.
Ucapan Terima Kasih untuk :
Bapak Bondan Winarno yang telah menyempatkan waktu berkunjung ke Gasol
Rekan Jser yang telah berpartisipasi
Bapak Sindhiarta dan Ibu Lenny yang telah menulis review atas kunjungan ini.
http://smulya.multiply.com/photos/album/163
Mohon maaf kalau ada yang kurang dalam penyajian.
Jalan-jalan di sawah

Diskusi Penelitan Mahasiswa IPB di Gasol Pertanian Organik tentang Beras Cianjur
Makan Bareng
Monday, January 01, 2007
LIBURAN DI GASOL
* Paket Teh (Kunjungan 1 hari)
* Paket Pare (Kunjungan 1 hari)
* Paket Obor (Menginap 1 malam)
BIAYA
Paket Teh Rp. 100,000/orang
Paket Pare Rp. 100,000/orang
Paket Obor Rp. 250,000/orang
FASILITAS MENGINAP
Rumah Kayu (3KT, 3KM, 1RK, 1RM)
Kasur lipat, selimut, bantal
Water heater, handuk, sabun mandi, shampoo
KETENTUAN PAKET
1. Paket Teh/Pare minimal 20 orang (1~5 tahun bayar 50%)
2. Paket Obor minimal 10 orang (1~5 tahun bayar 50%, jika kurang bisa didiskusikan
3. Uang muka 50% dari paket yang diambil
4. Uang muka hangus jika terjadi pembatalan
5. Pelunasan minimal 3 hari sebelum hari H
6. Penundaan minimal 3 hari sebelum hari H
7. Transportasi tidak termasuk dalam paket
8. Rombongan menggunakan bis tanggung
9. Tamu dilarang membawa makanan dan minuman yang diharamkan syariat agama Islam
INFORMASI LEBIH LANJUT
Silahkan hubungi
Ika, HP 08128701156
e-mail : gasolpertanianorganik@gmail.com
PAKET OBOR
Menanggapi permintaan kunjungan ke Gasol Pertanian Organik dan ikut dalam aktivitas pertanian, kami membuat program sbb.:
Foto : Aston Tamimsyah, Liburan di GPO 28-30 Desember 2006
HARI PERTAMA
15.00 – 16.00
Tiba di Gasol, Welcome drink – minuman ringan
16.00 – 18.00
Santai – mancing, main bola (lawan anak kampung)
19.00 – 20.30
Makan malam
20.30 – 22.00
Ngobor belut
22.00 –
Istirahat
HARI KEDUA
07.00 – 08.00
Sarapan pagi
08.00 – 09.30
Jalan-jalan ke sawah, Bajak sawah dengan kerbau
09.30 – 10.00
Break :minuman ringan
10.00 – 11.30
NGABEDAHKEUN
11.30 – 12.00
Istirahat
12.00 – 13.30
Makan siang
· Nasi - Cianjur Speciality Rices
(Nasi Liwet Pandan Wangi – Beras Merah Wangi)
· Sayur asem
· Teri oseng cabe hijau
· Ayam goreng (ayam kampung)
· Tahu goreng
· Tumis kangkung
· Kerupuk
· Sambel lalab
· Buah
13.30 – 15.00
Main Air di Sungai
15.00 – 16.00
Break-minuman ringan
16.00 –
Siap-siap untuk kembali ke Jakarta
Catatan : Acara hari kedua pagi bisa diganti dengan jalan ke kebun teh seperti pada paket teh dan acara sore main air bisa diganti dengan jalan-jalan ke kota Cianjur untuk membeli oleh-oleh khas Cianjur.
PENGINAPAN
Rumah kayu, tidur di kasur lipat, 2 kamar tidur.
PAKET PARE
Perjalanan dari Jakarta ke Cianjur
09.00 – 09.30
Break : Minuman ringan + kue tradisional
09.30 – 11.30
Perkenalan Pertanian Organik
* Lihat pembuatan bokashi
* Lihat kegiatan di sawah (bajak kerbau, tandur, panen, dll – sesuai di lapangan)
* Jalan-jalan di sawah
11.30 – 12.00
Istirahat
12.00 – 13.00
Makan siang
* Nasi - Cianjur Speciality Rices(Nasi Liwet Pandan Wangi – Beras Merah Wangi)
* Sayur asem
* Teri oseng cabe hijau
* Ayam goreng (ayam kampung)
* Tahu goreng
* Tumis Sayur
* Kerupuk
* Sambel lalab
* Buah
13.00 – 14.00
Istirahat
14.00 – 15.30
Jalan-jalan ke Irigasi, main di sungai
Break : Minuman ringan
15.30 – 16.00
Kembali ke Rumah Kayu, siap-siap kembali ke Jakarta
Catatan :
Acara Jalan-jalan ke irigasi, main air bisa diganti dengan belanja oleh-oleh khas kota Cianjur
PAKET TEH
Perjalanan dari Jakarta ke Cianjur
09.00 – 11.00
Kunjungan ke Pabrik Teh PTP VIII
·Break : Minuman ringan + kue tradisional
·Tea Walk
·Melihat proses pembuatan teh hitam
11.00 – 11.30
Perjalanan ke Gasol
11.30 – 12.00
Break : Minuman Ringan
12.00 – 13.00
Makan siang
·Nasi - Cianjur Speciality Rices
(Nasi Liwet Pandan Wangi – Beras Merah Wangi)
·Sayur asem
·Teri oseng cabe hijau
·Ayam goreng (ayam kampung)
·Tahu goreng
·Tumis sayur
·Kerupuk
·Sambel lalab
·Buah
13.00 – 13.30
Istirahat
13.30 – 14.00
Jalan-jalan ke sawah
14.00 – 15.30
Jalan-jalan ke Irigasi, main air di sungai
Break : Minuman Ringan
15.30 – 16.00
Kembali ke Rumah Kayu, siap-siap kembali ke Jakarta
Catatan :
Acara jalan-jalan ke Irigasi bisa diganti dengan acara jalan-jalan ke kota Cianjur membeli oleh-oleh.
Monday, December 18, 2006
MOTHER & CHILD FAIR 2006
Dengan semangat TERUS MEMPERBAIKI, kami memberikan yang terbaik untuk pelanggan.


Thursday, November 16, 2006
KOMENTAR
Sukses buat Gasol, site-nya semakin eye-catching. Kalau pesan produk Gasol via internet apa sudah bisa?
Yani Rochjani
Wahhhhh teh Ika sukses ya buat Gasol organik nya aku udah browsing nih.....
Kapan nih bdp ipb dapet undangan mampir disana? di blog nya tapi ga ada
peta lokasi ..............?
Midian Simangunsong
Well done Ika,... Cheers...two thumb...Saw your blog web.......
Love IT ..........
U guys there...should look on it to ..safe & back to nature will always be
the BEST......
Just to share one of my experience in Sukabumi....
We visited a farmer, whos own 50 Ha Chili and Tomato farm....
My principal form USA very Impressed, multy cropping farm system using two
commodities, which is same family.......
Our farmer really very ..very good.....All our theory at University go to
drain......
My principal from California, more impressed with mouth open so big to see
the "White Tomato Fruit"
He asked me ..Is it a new Variety???????
N then we go down, saw the fruit.... O ..my Gosh... the fruit all covered by
white powder, which is come from Fungicide and Insecticide they applied
every two days..... Cos afraid they might be loss their harvesting if the
did not do it...... Who to Blame for this wrong perception????????
Lets... just remember this story when you guys eat or purchased vegetable at market...... Remember no one check the chemical level on our vegetable
before they marketed in the Market (Ha...Ha..... PASAR PAGI ........PASAR
SORE....PASAR MALAM.....PASAR REBO (ops..salah pasar).....SUPER
MARKET.......)
Enny
Dear Ika,
Selamat ya...
Kamu hebat...
Saturday, October 07, 2006
PROSES PENGOLAHAN GABAH JADI BERAS
Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah diproses melalui beberapa tahap sebelum menjadi beras.
1. Perontokan & Pengeringan
2. Pecah Kulit
3. Polish/Giling
Perontokan dan Pengeringan
Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari merang.
Pengeringan adalah proses mengurangi kadar air gabah hasil panen untuk keperluan simpan atau giling
Urutan dua proses ini bisa dibolak balik. Pada padi hybrida umumnya dirontokkan dulu lalu dikeringkan/dijemur, sedangkan untuk padi varietas lokal umumnya dikeringkan lalu dirontokkan. Perbedaan tahapan proses ini karena padi hybrida mudah dirontokan secara manual sedangkan pada varietas lokal lebih sulit jadi memerlukan mesin perontok.
Pecah kulit
Setelah dirontokkan, gabah dimasukkan ke mesin pemecah kulit. Proses ini mengelupaskan sekam dari gabah. Hasil biji beras pada proses ini yang dikenal dengan BERAS PECAH KULIT atau BROWN RICE. Biji beras masih memiliki lapisan kulit ari (aleurone dan pericarp). Lapisan kulit ari ini umum dikenal dengan istilah bekatul.
Aleurone adalah lapisan protein. Pada saat benih akan berkecambah, sel aleuron akan memecah menjadi asam amino. Dipicu oleh hormon yang dilepaskan oleh embrio, aleuron akan mensintesis enzim yang berguna untuk memacu perkecambahan.
Pericarp adalah jaringan yang mengelilingi biji, sebagai pelindung embrio.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa lapisan kulit ari kaya akan kandungan protein, vitamin, mineral, lemak dan serat. Oleh karena itu membiasakan mengkonsumsi beras pecah kulit menjadi lebih sehat dan lebih baik. Akan tetapi umumnya orang enggan memakannya karena nasi dari beras pecah kulit lebih keras, walaupun sudah lama dimasak, sehingga sulit dikunyah.
Giling
Proses mengelupaskan lapisan kulit ari sehingga didapat biji beras yang putih bersih. Biji beras yang putih bersih ini sebagian besar terdiri dari pati.
Struktur Gabah - Beras pecah kulit - Beras giling - Beras kecambah
Thursday, September 21, 2006
DILIRIK IPB DAN IBARAKI UNIVERSITY - JAPAN
Kunjungan itu terealisasi tanggal 21 September 2006. Dari Ibaraki University hadir 8 orang Dosen dan 10 orang Mahasiswa, dari IPB hadir lk 7 orang dosen plus 5 orang pengemudi. (Buat Panitia : Tolong dikoreksi yah kalau salah nyebut jumlah peserta, yang pasti sih konfirmasinya 30 orang) .
Mudah-mudahan kunjungan ini jadi cikal bakal penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan pertanian organik khususnya Tanaman Padi Varietas Lokal Cianjur.
Tiba di lokasi pukul 14.30 WIB dan rangkaian acara kunjungan sbb :
Wellcome drink
Minum Bajigur dan air kelapa muda ditemani cemilan khas kampung - jagung, singkong, kacang kedele, talas, pisang - rebus.

Field Trip
Jalan-jalan di lahan GO-CSR (kolam Azolla - tempat pengomposan - sawah), melihat panen dengan ani-ani.

Ngobrol santai tentang pertanian sambil diiringi instrumentalia kecapi suling.

Farewell Party
Makan malam khas Cianjur - AC Cabe, Ayam goreng, Ikan bakar, Lalab, Sambel.

Terima kasih buat panitia, khususnya Dr. Ir. Faiz Syuaib, Msc. dan Dr. Ir. Juliarni, Msc.
Mohon maaf, buat Bapak-bapak supir yang harus nunggu karena jadwal kembali ke Bogor yang harusnya jam 19.00 jadi jam 21.30 WIB.
TERIMA KASIH BUAT SEMUA PESERTA YANG BERKENAN DENGAN SAJIAN KHAS CIANJUR.
Sunday, August 20, 2006
PERBURUAN VARIETAS LOKAL
Pare gede
padi varietas lokal, umur panjang, postur lebih tinggi
Pare alit
padi hybdrida, umur genjah, postur lebih pendek
Liburan 17 Agustus 2006 ini cukup panjang (5 hari) karena adanya cuti masal, ditambah akhir pekan dan Isra Mi'raj. Saya sudah merencanakan dari 2 bulan lalu untuk berlibur dengan acara membuat pelatihan pupuk organik bokasi dan berburu varitas lokal Cianjur.
Alhamdulillah, acara pelatihan bisa berlangsung lancar tanggal 19 Agustus 2006.
Dan untuk tanggal 20 Agustus 2006, saya sudah minta kesediaan suami tercinta untuk menemani berburu varietas lokal di sentra-sentra produksi beras di desa-desa Cianjur.
Saat ini ada 9 jenis yang masuk daftar :
1. Pandan Wangi
2. Beureum Seungit
3. Cingkrik
4. Hawara batu
5. Hawara jambu
6. Gobang Omyok
7. Peuteuy
8. Rogol
9. Banggala
Di Gasol, tempat kami berusaha tani, sulit didapati yang menanam pare gede, selain Pandan Wangi. Setelah tanya ke sana sini, Alhamdulillah masih tersisa beberapa orang yang tetap mempertahankan menanamnya. Saat ini kami sudah mendapati :
1. Pandan Wangi,
2. Beureum Seungit
3. Hawara batu
4. Peuteuy
5. Banggala
Berarti ada 4 jenis lagi yang harus kami kumpulkan, Cingkrik, Hawara Jambu, Gobang Omyok dan Rogol.
Kami pergi ditemani Pak Rosyid. Beliau sangat mengenal seluk-beluk pelosok Cianjur karena tugasnya selaku mantri BRI Cianjur selama 30 tahun untuk menganalisa UKM pertanian, walau sekarang beliau sudah pensiun. Ditambah lagi informasi dari Ko Akong (Mantan Pemilik Penggilingan Beras Joglo) yang saya dapat satu hari sebelumnya. Ia memerinci dengan jelas ke mana saja, kami harus pergi dan menyebutkan juragan beras di daerah tersebut.
Tujuan pertama tentu saja ke JAMBUDIPA, desa di wilayah Kecamatan Warung Kondang. Jambudipa dari dulu sangat terkenal sebagai penghasil beras Cianjur paling enak, karena tanahnya yang subur dengan sumber air melimpah dari gunung. Letak Jambudipa sejajar Gasol ke arah barat di kaki Gunung Gede.
Memasuki Jambudipa terlihat hamparan sawah, tapi sudah mulai tertutupi oleh rumah-rumah yang dibangun berjejer di depan hampir di sepanjang jalan desa. Melihat ke kiri dan ke kanan hampir tidak menemukan tanaman padi varietas lokal. Semua padi yang ditaman jenis hybrida. Kami berhenti di dekat Balai Desa dan menanyakan rumah H Sanusi. Seorang warga menunjukkan rumah keturunannya. Kami menemuinya dan mengutarakan maksud untuk membeli benih varietas lokal.
"Aduh tos lami tara melak pare gede, da ayeuna mah sadaya na ku pare alit wae", jawab pemilik rumah. (Aduh sudah lama tidak menanam padi lokal lagi, sekarang semuanya pake benih hybrida).
Kami meneruskan perjalanan dengan tujuan ke sebuah penggilingan beras milik Deden, nasabah BRI binaan Pak Rosyid.
"Sudah lama sekali tidak ada petani yang menggiling pare gede, terakhir kurang lebih setahun lalu ada seorang petani dari Warung Gedang yang menjual padi bulu (varitas lokal-gobang omyok) ke sini", kata Deden. "Pare gede yang masih ditanam cuman Pandan Wangi saja, itu juga kalau untuk dijual dioplos dulu pake BTN (hybrida)kalau murni mah susah da keliwat mahal" dia menambahkan.
Tapi yang menghibur dia berjanji untuk memberitahukan kalau menemukan varietas lokal.
Kami meninggalkan Jambudipa menuju ke desa Cijoho (masih wilayah Warung Kondang) untuk mencari Haji Nawawi. Ternyata di Cijoho juga sama. Sudah tidak pernah terlihat lagi ada petani yang menanam varietas lokal.
Sudah tengah hari, waktunya makan siang ! Kami singgah di rumah makan Sunda Rasa, tepat di depan pasar Warung Kondang. Menu kulit sapi (kikil) jadi andalan utama RM ini. Makan dengan sambel tomat...wuih lezaaat-nya.
Habis makan kenyang, rasa sedikit kecewa terobati, pikiran jadi jernih lagi. Masih ada beberapa sentra beras yang belum dikunjungi. Siapa tahu kami masih bisa menemukan di situ.
Kami meneruskan perjalanan ke Cilaku. Rudi Setiawan, seorang teman semasa SD, jadi juragan kayu di sana. Mengetahui maksud kami datang ke sana, dia memperkenalkan dengan seorang tengkulak beras.
"Tos teu aya deui nu melak pare gede, da ayeuna na mah hoyong nu enggal janten artos wae", katanya. (Sudah tidak ada lagi yang menanam varitas lokal, sekarang sih maunya yang cepat jadi uang saja).
Setelah ngobrol ngalor ngidul, hari tambah sore. Perburuan hari ini dihentikan dulu. Anak-anak sudah dari pagi ditinggalkan Emak-Bapaknya. Kami harus segera pulang.
Masih panjang jalan yang harus kami lewati. Ini adalah langkah awal.
Pulang dari berburu, saya sedikit terhibur, ternyata nasib pare gede masih lebih baik di Gasol. Pak Kiayi (lokasi pertanian kami di Gasol dekat dengan pesantren) dan beberapa orang tua masih menyimpan dan menanamnya walaupun hanya untuk konsumsi keluarganya saja. TUANG SARENG PARE GEDE MAH LANGKUNG BERKAH - MAKAN DENGAN PADI UMUR PANJANG JAUH LEBIH BERKAH.
Cianjur, 20 Agustus 2006
Saturday, August 19, 2006
PELATIHAN PEMBUATAN BOKASI
Penambahan bahan organik berupa kompos umum dilakukan, karena kompos merupakan bahan organik yang lebih siap pakai. Kompos adalah bahan organik yang telah terurai kembali. Waktu yang dibutuhkan bahan organik untuk menjadi kompos sekitar 3 bulan.
Berbagai upaya dicoba untuk mempersingkat waktu pengomposan. Saat ini dikenal istilah BOKASI. Bokasi adalah hasil fermentasi bahan organik dengan perlakukan bakteri (EM-4). Fermentasi ini hanya membutuhkan waktu 3 hari sampai siap pakai.
Bokasi dibuat dari bahan organik yang biasa ditemukan dilahan pertanian seperti misalnya sekam, rumput, daun-daunan, jerami (untuk memperbaiki sifat fisik tanah), ditambah kotoran hewan (untuk memperbaiki sifat kimia tanah) dan larutan EM-4 (untuk memperbaiki sifat biologi tanah).
Alhamdulillah, Rencana Gasol Pertanian Organik untuk memperkenalkan dan melatih petani disekitar lahan GPO membuat PUPUK ORGANIK "BOKASI", telah terlaksana pada tanggal 19 Agustus 2006.
GPO mengundang Bapak H. Agus dan Bapak Nur Ichwan dari PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN - ANTANAN, dari Bogor untuk berdiskusi dan memperkenalkan pupuk organik tersebut sekaligus mengajak petani untuk langsung praktek pembuatannya.
Perkenalan

Pembuatan Arang Sekam

Pembuatan Bokasi

Perbandingan Bokasi dengan Pupuk Kimia N, NPK, dan air bening biasa, dilihat dari daya hantar listrik.
Daya Hantar Listrik Bokasi

Daya Hantar Listrik NPK
Tuesday, July 25, 2006
KEJAHATAN DI BISNIS BERAS
Merugikan Konsumen dan Tidak Tersentuh Hukum
Oleh Andreas Maryoto
Beberapa waktu yang lalu di sebuah majalah internasional terdapat berita mengenai polisi Jepang yang menangkap pedagang beras. Pedagang ini dituduh melakukan tindakan kriminal karena mencampur beras yang berbeda kualitas.
Pengoplosan itu merupakan tindakan untuk mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya dengan cara mencampur beras kualitas A dan kualitas B, setelah itu dijual dengan harga beras kualitas A. Polisi Jepang dengan mudah menangkap para pelaku karena mereka bisa membedakan secara gamblang beras kualitas A dan beras oplosan. Untuk urusan sekecil itu polisi Jepang tidak main-main.
Persoalan pengoplosan bukan merupakan masalah kriminal di Indonesia. Para pedagang dengan mudah menyebut beras itu pandanwangi dan rojolele. Mereka tidak takut karena memang tidak akan tersangkut dengan hukum, meski sebenarnya penyebutan beras itu tidak sesuai dengan isinya.
Kita tidak tahu sejauh mana aparat hukum bisa menjangkau mereka. Apabila persoalan masih seperti itu, mungkin polisi tidak akan bertindak. Akan tetapi, tidak berarti persoalan perdagangan beras di Indonesia tidak bebas dari kejahatan. Banyak pedagang mengakui kalau beras wangi itu berasal dari beras yang diberi senyawa aromatik agar baunya wangi. Wangi beras itu bukan karena asli dari bulir padi, tetapi dari aroma pewangi yang di kalangan pedagang disebut fragran.
Beras yang terlihat mengkilat dan yang dikenal dengan beras kristal ini mahal harganya. Namun, jangan lupa bahwa beras kristal ini bukan berarti tidak bisa direkayasa dengan bahan kimia dan juga cara-cara mekanis. Ada pedagang yang membeli beras kualitas rendah kemudian digiling lagi dengan alat penggiling yang rodanya sudah disetel agar mampu menggesek bulir padi hingga terlihat mengkilat. Lalu, ada senyawa yang mirip tepung yang kemudian dicairkan yang digunakan untuk menambah kilap beras.
Beras kualitas rendah dengan harga di bawah Rp 3.000 per kg yang kemudian diberi pewangi dan dibuat mengkilap oleh para pedagang sudah bisa mengubah harga menjadi Rp 7.000 per kg.
Apakah tindakan seperti ini tergolong legal? Apalagi mereka menyebut dalam kantong pembungkus dengan sebutan beras wangi atau dengan cap yang membawa pikiran konsumen mempunyai pandangan beras itu benar-benar berkualitas tinggi.
http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0703/08/230158.htm
Beras Berklorin, Berpotensi Mencederai Kesehatan
Oleh: Posman Sibuea Lektor Kepala di Jurusan Teknologi Pangan Unika St Thomas Sumatera Utara, Medan
Hari-hari belakangan ini ditemukan beras berklorin di sejumlah pasar tradisional di Tangerang, Banten. Namun, sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai lembaga mana yang bertanggung jawab menarik beras yang berpotensi mencederai kesehatan konsumen itu.
Wednesday, June 07, 2006
LOKASI PERTANIAN
Masyarakat Gasol umumnya petani padi dan daerah ini merupakan salah satu sentra produksi beras yang berkualitas.
Pemilihan Gasol sebagai lokasi pertanian organik atas pertimbangan :
1. Air yang digunakan bebas dari pecemaran karena bersumber dari pegunungan.
2. Lokasi ini masih memungkinkan untuk usaha tani terpadu, misalnya ikan dan ternak karena suhunya yang tidak terlalu dingin.
Padi tumbuh subur

Suasana subuh

Tanaman tumbuh subur
Sunday, May 07, 2006
4R : REDUCE, REUSE, RECYCLE, REPLANT
Tentu saja tidak !!!
Oleh karena itu marilah kita turut serta memelihara alam mulai dengan menerapkan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replant)
Reduce (Mengurangi)
Hematlah dalam penggunaan listrik, air, bahan bakar, dll. Gunakan sesuatu seperlunya saja. Jangan Boros !!!
Reuse (Pergunakan Kembali)
Sumbangkan barang-barang layak pakai yang sudah tidak digunakan. Kembangkan imajinasi dan kreatifitas agar barang bekas/lama menjadi tampak baru dan bermanfaat.
Recycle (Daur Ulang)
Kegiatan daur ulang yang paling umum dan mudah adalah pengomposan dan daur ulang kertas.
Replant (Menanam Kembali)
Mari mulai menanam di lingkungan kita dengan tanaman obat, rempah dapur, buah-buahan dan sayuran.
TIPS
- Pertimbangkan masak-masak pada saat akan membeli barang. "Perlukah anda membelinya ?"
- Pergunakan kertas bolak-balik
- Simpan amplop/kantong plastik layak pakai untuk dipergunakan kembali
- Bawalah kantong belanja sendiri agar tidak menambah sampah plastik yang sudah menumpuk dimana-mana
- Hindari penggunaan produk Styrofoam karena tidak dapat didaur ulang.
- Gunakan dan pilih produk pembungkus yang ramah lingkungan.
Pengomposan skala kecil
Metode ini bisa diterapkan di rumah tangga, kantor, sekolah, dll.

Catatan
- Bahan organik yang akan dikomposkan sebaiknya dipotong kecil
- Lama proses pengomposan kira-kira 2.5 bulan
- Wadah bisa dari ember, pot, tong, dll
- Setelah diaduk-aduk, kompos ini bisa digunakan sebagai media tanam
- Untuk menghindari bau busuk dan lalat, wadah harus selalu tertutup rapat.
- Semprot dengan EM-4 untuk mempercepat pembusukan dan mengilangkan bau busuk.
- Bahan yang tidak dianjurkan untuk pengomposan : sisa obat-obatan, salad dressing, mentega, keju, produk olahan susu, daging, ayam, dan lain-lain bahan yang sulit terurai mis.gelas, plastik, aluminium foil, dll.
Tuesday, April 04, 2006
REFRESHING YUK ...DI GASOL
Silahkan berkunjung ke RUMAH KAYU GASOL

Bersama sama menikmati kelezatan "NASI LIWET PANDAN WANGI"
(foto dokumentasi PT NS Logistics)

Ada kalanya lahan persawahan diistirahatkan dan ditanami ikan mas.
Anda boleh menghilangkan stress dengan mengikuti lomba nangkap ikan.
(foto dokumentasi PT NS Logistics)

Jalan-jalan di areal persawahan
(foto dokumentasi Louis Berger Group)
Monday, April 03, 2006
BERAS KECAMBAH


Diambil dari http://www.abc.net.au/science/news/stories/s225249.htm
A team of Japanese scientists has found that germinating brown rice by soaking it for several hours before it is cooked - enhances its already high nutritional value.
The findings were presented last week at the 2000 International Chemical Congress of Pacific Basin Societies.
Germinated rice contains much more fibre than conventional brown rice, say the researchers, three times the amount of the essential amino acid lysine, and ten times the amount of gamma-aminobutyric acid (GABA), another amino acid known to improve kidney function.
The researchers also found that brown rice sprouts - tiny buds less than a millimetre tall - contain a potent inhibitor of an enzyme called protylendopetidase, which is implicated in Alzheimer's disease.
They determined that germination activates enzymes that liberate additional nutrients.
"The birth of a sprout activates dormant enzymes in the brown rice all at once to supply the best nutrition to the growing sprout," explained Dr Hiroshi Kayahara, the lead investigator on the project, and a biochemist from Shinshu University in Nagano, Japan.
Rice, whether brown or white, is a major part of most Asian diets, often eaten with nearly every meal, however the Western diet tends to contain a lot less rice.
To make the rice sprout, the researchers soaked it in water at 32 degrees C for 22 hours. The outer bran layer softened and absorbed water easily, making the rice easier to cook. Cooked sprouted rice has a sweet flavor, the researchers report, because the liberated enzymes break down some of the sugar and protein in the grain.
White rice will not germinate using this process, notes Kayahara.
China, India and Indonesia - home to nearly half of the world's people - are the world leaders in rice production. Expanding populations throughout Asia will require rice production to increase by about a third over the next 20 years, according to the Rice Foundation.
The weeklong International Chemical Congress is sponsored jointly by the American Chemical Society, the Chemical Society of Japan, the Canadian Society of Chemistry, the Royal Australian Chemical Institute, and the New Zealand Institute of Chemistry.
...
Keterangan cara membuat Beras Kecambah :
1. Siapkan beras pecah kulit (beras merah atau beras coklat)yang sama sekali tidak mengalami penyosohan. Beras pecah kulit tersedia di Gasol.
2. Rendam beras dengan air pada suhu ruang selama 24 jam. Setelah 12 jam, air rendaman akan sedikit berbusa dan beraroma ragi, ganti air dengan air bersih.
3. Cuci bersih beras dan bisa langsung dimasak. Bila akan disimpan maka lanjutkan dengan :
4. Tiriskan beras dan jemur sampai agak lembab
5. Simpan dalam wadah terbuka dan masukkan ke dalam lemari pendingin.
Bagi berminat membuat beras kecambah secara cepat, tersedia juga rice cooker untuk membuat nasi dari beras kecambah.
Merk Zojirushi HBQ18 : 1.8 liter dan HBQ10 : 1 liter.
Untuk keperluan membuat beras kecambah silahkan hubungi kami di 021-782-7963
LUMBUNG PADI

Leluhur kita memberikan penghormatan khusus kepada padi. Mereka menganggap padi adalah penjelmaan DEWI SRI atau di Jawa Barat dikenal dengan nama NYI POHACI. Padi diperlakukan istimewa dengan diadakannya upacara khusus saat ditanam, dipanen sampai disimpan. Bahkan mereka menempatkan padi di suatu bangunan khusus. Tempat penyimpanan padi ini di Jawa Barat dikenal dengan nama LEUIT.
Saat ini Leuit sudah jarang ditemui di pedesaan di Jawa Barat. Hanya tinggal beberapa kelompok masyarakat yang menjaga kelestarian adat ini. Salah satunya adalah di Cipta Gelar.
Model leuit yang ada di Cipta Gelar dirancang dengan istimewa karena memasukkan berbagai pertimbangan supaya bangunan ini menjadi tempat penyimpanan yang optimum. Mereka membuat bentuk bangunan agak menyempit di bawah, supaya dapat menghindari cipratan air ke dinding saat air hujan turun dari atapnya. Bentuk panggung dibuat untuk menghindari serangan tikus, babi hutan atau hama lainnya. Lantai papan, dinding ayaman bambu, dan atap alang-alang memungkinkan suhu dan kelembaban tetap terjaga sesuai kondisi optimal.
"GASOL PERTANIAN ORGANIK" (GPO) membangun leuit sesuai dengan bentuk bangunan yang ada di Cipta Gelar. Tapi untuk memudahkan aktivitas, kami memodifikasi pintu masuknya. Aslinya pintu masuk berada di bagian atas sehingga perlu tangga yang cukup tinggi saat hendak menyimpan atau mengambil padi.
Dengan lumbung padi yang dirancang apik, GPO berharap dapat mempertahan kwalitas padi sehingga bisa memberikan produk beras YANG TERBAIK kepada para pelanggannya.
BEKATUL
Bekatul, Murah Tetapi Berkhasiat
Oleh Letkol TNI (Purn) dr. Liem
SAYA menguraikan pengalaman menggunakan bekatul sebagai makanan
tambahan dalam mengobati penyakit selama kurun waktu antara 5 - 10
tahun. Saya sekarang sudah berumur 78 tahun dan sudah berpraktik
sebagai dokter militer dan dokter umum kurang lebih 40 tahun.
Sebelum mengulas tentang bekatul, sebagai pendahuluan saya ingin
memperkenalkan tentang vitamin B15, yang sebagian besar dokter di
Indonesia mungkin belum dikenal.
Vitamin B15, disebut juga Pangamic acid atau menurut struktur
kimianya disebut Gluconodimethylamino-acetic-acid, ditemukan oleh
seorang dokter ahli biokimia, Dr. Krebs Junior dari San Francisco
AS, tahun 1952. Penemuan dokter tersebut ditentang oleh Food & Drug
Administration (FDA) Amerika Serikat (Depkesnya AS).
Dr. Krebs dan teman-temannya kemudian mengembangkannya secara diam-
diam di Uni Soviet, dalam kurun 10 tahun B15 sudah dipakai secara
luas sebagai obat umum. Penyakit yang diobati dengan B15 di
antaranya kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi
(hipertensi), bengek (asma), kolestrol dan gangguan aliran pembuluh
darah jantung (coronair insuffsiency), serta penyakit hati.
Menurut Udalov (seorang peneliti Rusia), vitamin B15 merupakan
sumber gugusan methyl yang labil (mudah dilepas dari ikatan
induknya), sangat diperlukan dalam proses metabolisme melalui proses
methylation untuk pembentukan adrenalin (zat antiasma).
Methylation juga sangat esensial bagi pembentukan phosphocreatin,
zat penting untuk metabolisme otot jantung dan tubuh.
Vitamin B15 juga dapat meningkatkan oksigen intake di dalam otak
serta menambah sirkulasi darah perifier dan oksigenisasi jaringan
otot jantung.
Kandungan bekatul
Di Indonesia, B15 tidak beredar. Jika ada juga mungkin sangat
terbatas. B15 di Indonesia ditemukan dalam bentuk rice brand (dedak)
alias bekatul.
Masyarakat pedesaan sudah terbiasa makan bekatul, karena beras yang
mereka makan adalah beras tumbuk yang masih mengandung sekira 50%
bekatul. Oleh warga masyarakat di pedesaan, bekatul biasa diolah
menjadi aneka makanan di antaranya dalam bentuk papais (dipepes)
atau bubur.
Bekatul kaya kandungan protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks
(B1, B2, B3, B5, B6, dan B15), serta serat pencernaan (dietary
fibres). Konsentrasi B15 per 100 gram paling tinggi pada bekatul
(200 mg), kemudian pada jagung 150 mg, havermut 100 mg, dan pada
dedak gandum 30 mg.
Untuk mendapatkan bekatul, kita bisa mengunjungi setiap penggilingan
padi (huler). Bekatul bisa disimpan di dalam toples paling lama 1
bulan. Supaya bekatul lebih tahan lama sebaiknya disimpan di dalam
freezer, atau disangrai sampai kering (dengan api kecil supaya tidak
gosong) lalu didinginkan dan simpanlah dalam toples (untuk stok).
Yang disangrai dapat langsung dipakai (cukup diseduh dengan air
termos).
Pemakaian bekatul.
1. Untuk menjaga kesehatan/stamina: 30 gram (1 sendok makan) sehari
(pagi dan sore masing-masing 15 gram), atau sekaligus 30 gram pagi,
diseduh 1 gelas air panas/mendidih. Lebih enak dicampur gula merah,
gula putih, gula obat (bagi penderita kencing manis), susu, cokelat,
sup, bubur kacang hijau, havermut, mi instan, santan kelapa, dll.
2. Bekatul sebagai makanan tambahan bagi pasien dalam proses
pengobatan. Dengan tetap memakan obat dari dokter, setelah 1-2
minggu berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk menilai khasiat
bekatul sebagai makanan tambahan.
Dosis yang dianjurkan: dimulai dengan 2 x 1 sendok makan (30 gram)
pagi dan sore @ 1 sendok makan. Bila perlu dosis dapat ditambah 3 x
1 sendok makan (45 gram) pagi, siang, dan sore @ 1 sendok makan,
atau 2 x 2 sendok makan (60 gram) sehari, pagi 2 sendok makan, sore
2 sendok makan, atau 2 x 3 sendok makan (90 gram). Saya sendiri
setiap hari makan 2 x 2 sendok makan untuk kesehatan.
3. Vitamin B15 yang diproduksi oleh Da Vinci Laboratories,
kandungannya 50 mg/tablet. Dosis vitamin B15 yang memberikan sukses
dalam pengobatan berkisar antara 100 - 300 mg per hari.
Cara bekerja vitamin B15, yang paling penting ialah untuk
menyempurnakan proses metabolisme di dalam tubuh kita. Penyakit
kencing manis, penyakit basedov (gondok), kolesterol tinggi,
merupakan penyakit-penyakit disebabkan metabolisme terganggu.
Akibat sampingan:
1. Kadang-kadang diare terjadi pada permulaan pemakaian bekatul,
selanjutnya kita akan terbiasa. Jika terjadi diare, dosisnya
dikurangi, misalnya pagi 1/2 sendok makan, sore/malam 1/2 sendok
makan (untuk penyesuaian).
2. Kadang-kadang susah buang air besar (sangat jarang terjadi),
disarankan untuk banyak makan sayuran/pepaya, atau dicampur agar-
agar.
3 Kadang-kadang menimbulkan rasa mual bagi penderita maag,
disarankan memakan bekatul lebih encer dan jangan dimakan sekaligus
(misalnya 1 sendok makan dicampur dengan 1 gelas air minum) atau
memakannya dicampur agar-agar. Dengan cara ini sakit mag akan
berkurang, bahkan bisa sembuh.
Pengalaman terbaru dalam 5 - 10 tahun terakhir:
1. Dalam mengobati penyakit asma, saya selalu menggunakan obat-
obatan yang secara umum dipakai oleh para dokter dan dokter
internis.Jadi saya menggunakan standar pengobatan umum, tetapi saya
selalu menganjurkan untuk menambahkan makan bekatul. Hasilnya sangat
memuaskan, bahkan mengejutkan. Khusus bagi mereka yang mengkonsumsi
bekatul secara teratur, penyakit asmanya tidak pernah kambuh atau
jarang sekali kambuh, kalaupun kambuh hanya ringan saja.
2. Penyakit gondok (Basedov).
Lima tahun yang lalu pernah datang kepada saya seorang ibu yang
menderita gondok (basedov), kelenjar thyroid sangat besar. Saya
konsultasikan ke internis yang memberikan pengobatan dengan PTU
(Propil thio uracil) dan neomercasol, tetapi sesudah 1 - 2 bulan
pengobatan tumornya tetap besar/tidak mengecil. Kemudian ia
disarankan untuk dioperasi, tetapi pasien menolak karena takut. Lalu
ia makan bekatul untuk beberapa bulan, dan ternyata tumornya hilang
total.
Setelah kejadian ini (yang membuat saya heran pula), saya telah
mengobati 2 - 3 pasien berpenyakit basedov (T3 - T4 tinggi) dengan
bekatul dan PTU (obat murah), lambat laun tumornya makin kecil dan
hilang.
3. Penyakit diabetes melitus (kencing manis). Salah satu kasus
menimpa seorang insinyur. Ia datang dengan berat badan menurun
drastis dan kadar gula darah 400 mg%. Dia sudah impoten dan hanya
punya seorang anak. Saya obati langsung dengan Glibenclamid sehari 1
tablet ditambah bekatul 3 kali 1 sendok makan (satu sendok makan)
disertai diet. Kadar gulanya berangsur-ansur turun dan impotensinya
sembuh, bahkan memperoleh satu anak lagi. Sekarang dia hanya
mengkonsumsi bekatul, tanpa obat-obatan lagi.
Beberapa pasien, saya anjurkan mengganti beras giling dengan beras
PK (masih penuh bekatul).
4. Para penderita penyakit jantung yang datang berobat, selalu saya
anjurkan untuk menambahkan makanan bekatul di samping makan obat-
obatan khusus jantung. Penambahan makan bekatul disarankan setelah
penderita berkonsultasi dengan kardiolog yang mengobatinya.
Ada beberapa kardiolog yang kaget atas khasiat bekatul setelah
melihat EKG seorang pasien menjadi normal setelah makan bekatul
antara 6 - 8 bulan.
5. Meningkatkan garirah seksual pada pria setelah mengkonsumsi
bekatul selama 1 - 2 bulan. Menurut perkiraan saya, bekatul dapat
meningkatkan kesuburan pada wanita. Saya telah mencobanya pada
beberapa pasien yang sudah 3 - 4 tahun menikah yang belum dikaruniai
anak. Setelah suami istri makan bekatul secara teratur 3 kali 1
sendok makan, ternyata si istri hamil.
6. Obesitas (kegemukan)
Bekatul berkalori rendah dan berserat tinggi. Untuk mengurangi
obesitas, makanlah bekatul 3 x 1 sendok makan munjung per hari. Pagi
makan 3 sendok makan munjung, Anda akan merasa kenyang. Siang hari,
makan nasi sedikit saja. Jika masih lapar makanlah buah-buahan dan
sayur-mayur, boleh ditambah 2 sendok makan bekatul. Malam hari
jangan makan nasi, makan saja buah-buahan atau 2 sendok makan
bekatul.
7. Bila Anda menderita kista ovarium, sambil menunggu operasi dan
mendapat obat dari dokter kandungan, boleh mencoba makan bekatul 3 x
1 sendok makan. ***